Selasa, 07 Agustus 2018


Peningkatan Pemahaman Mengembangkan Cerita Rakyat Ke Dalam Bentuk Cerpen Dengan Cara Menceritakan Kembali Isi HIKAYAT SI MISKIN Ke Dalam Bentuk Cerpen




KTI diajukan sebagai persyaratan mengikuti pelajaran
dan mendapatkan nilai Bahasa Indonesia
Tahun Pelajaran 2018-2019





 


                           










Oleh
Katyusha Abdallah Ouben
E-Mail : hansupsegi@gmail.com








Jalan Raya Kedoya Kebun Jeruk Jakarta Barat
Telephone/Fax. 5801665
Tahun 2018


KATA  PENGANTAR




Segala puji hanya milik Allah Tuhan seru sekalian alam. Kepada Allah kami mohon pertolongan atas segala urusan dunia dan akhirat. Segala keselamatan dan kesejahteraan tetap tercurahkan kepada penghulu semua utusan dan pemimpin kita Nabi Muhammad saw dan kepada keluarga, para sahabat yang mengikuti beliau. Ammaa ba’du.
Puji serta syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT. atas segala taufik dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyusun dan menyelesaikan karya tulis ilmiah ini. Penulis menyadari dengan tersusun dan selesai KTI yang berjudul “MENGEMBANGKAN CERITA RAKYAT KE DALAM BENTUK CERPEN  karena bimbingan Bapak Ibu dan bantuan semua pihak.
Dalam kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membimbing dan membantu menyusun KTI ini sampai selesai. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan KTI ini tidak luput dari kekurangan maka dengan segala kerendahan hati penulis menrima kritik dan saran yang bersifat membangun agar lebih sempurna.
Dengan harapan semoga semua  kebaikan menjadi amal ibadah dan KTI ini akan dapat bermanfaat untuk peningkatan pendidikan di Indonesia, khususnya pembinaan calon perawat. Sekali lagi semoga bimbingan dan bantuan bapak ibu sebagai amal shalih dan mendapat balasan yang berlipat ganda dari Allah SWT. Akhirnya mudah-mudahan makalah ini memiliki fungsi sebagai mana yang diharapkan.
Jakarta,     Juli  2018
                       Penulis


DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ............................................................................................................ i
KATA PENGANTAR  ....................................................................................................... ii
DAFTAR ISI...................................................................................................................... iii
BABA I   Pendahuluan
1.    Latar Belakang            ……………………………………………..……. 1
2.     Tujuan                         ……………………..……………………………. .1
3.     Rumusan Masalah       ……………………..……………………………. 1
4.    Metode penelitian       …………………………..……………………….. 2
5.   Sistematika penulisan  …………………………..………………………. 2

BAB II    Mengembangkan Cerita Rakyat ke dalam Bentuk Cerpen
1.  Pengertian Mengembangkan Cerita Rakyat ke dalam Bentuk Cerpen............ 3
2.  Bagaimana mengembangkan cerita rakyat ke dalam bentuk cerpen .….. ........3
a.       Pengertian Cerpen....... .... ....………………………………………. 4
b.      Langkah-langkah membuat Cerpen……….……..………….…….…4
c.       Syarat-syarat Cerpen………………………………………….……. 4
d.      Tujuan membuat Cerpen….………………………….……….……... 4
e.       Contoh ……………………………………………….…………….. 5

BAB III    Penutup
1.         Kesimpulan ……………………………………………………………. 7
2.         Saran  ………………………………………………………………….. 7











BAB I
PENDAHULUAN

1.1     Latar Belakang
                 Mengembangkan merupakan kegiatan untuk membuat sesuatu menjadi lebih baik.
  Namun banyak teman yang saya temui,mereka mengalami kesulitan dalam mengembangkan sebuah cerita ke dalam bentuk cerpen. Tanpa mereka sadari,sebenarnya mengembangkan sebuah cerita ke dalam bentuk cerpen tidak sesulit yang mereka pikirkan.Ada beberapa langkah-langkah untuk membuatnya menjadi lebih mudah.Maka dari itu saya memilih judul “Mengembangkan Cerita Rakyat ke dalam Bentuk Cerpen”.

1.2     Tujuan
  1. Tujuan Umum
1.      Untuk mengetahui pengertian dari Cerpen
2.      Untuk mengetahui langkah-langkah pembuatan Cerpen
3.      Untuk mengetahui syarat-syarat membuat Cerpen
4.      Untuk mengetahui tujuan membuat Cerpen

  1. Tujuan khusus
1.      Untuk melengkapi tugas-tugas pelajaran bahasa Indonesia.
2.      Untuk mendapatkan nilai tugas bahasa Indonesia.

1.3     Rumusan Masalah

                 Berdasarkan judul pada latar belakang diatas,penulis mengidentifikasi masalah-masalah sebagai berikut :
a.   Bagaimana cara mengembangkan cerita ke dalam bentuk cerpen?
b.   Kapan seharusnya cerpen itu digunakan dengan tepat ?
c.    Mengapa cerita rakyat diubah ke dalam bentuk cerpen ?
d.    Apakah mengubah cerita rakyat ke dalam bentu cerpen sangat penting ?
Dari identifikasi masalah-masalah diatas,penulis memilih rumusan masalah “Bagaimana Cara Mengembangkan Cerita Rakyat ke dalam Bentuk Cerpen Dengan Tepat “
                                                              
1.4     Metode Penelitian
Penulisan makalah ini berdasarkan metode objektif praktis.Artinya dapat dikembalikan ke sumber asli.

1.5     Sistematika penulisan
A.       Pendahuluan
1.      Latar Belakang
2.      Tujuan
3.      Rumusan Masalah
4.      Metode penelitian
5.      Sistematika penulisan
 
B.        Mengembangkan Cerita Rakyat ke dalam Bentuk Cerpen
1.      Pengertian Mengembangkan Cerita Rakyat ke dalam Bentuk Cerpen
2.      Bagaimana cara mengembangkan cerita rakyat ke dalam bentuk cerpen
b.                                          Pengertian Mengembangkan
c.                                           Langhkah-langkah membuat Cerpen
d.                                          Syarat-syarat Cerpen
e.                                           Tujuan dibuatnya Cerpen
f.                                           Contoh

3.       Penutup
1.      Kesimpulan
2.      Saran





















BAB II
MENGUBAH CERITA RAKYAT Ke Dalam BENTUK CERPEN DENGAN TEPAT

2.1     Pengertian Mengembangkan Cerita Rakyat ke dalam Bentuk Cerpen
a.       Mengembangkan adalah  kegiatan untuk membuat sesuatu menjadi lebih baik.
b.      Cerita rakyat adalah cerita pada masa lampau yang menjadi ciri khas setiap bangsa yang memiliki kultur budaya yang beraneka ragam mencakup kekayaan budaya dan sejarah yang dimiliki masing-masing bangsa.
c.       Ke adalah kata depan menandai alasan atau tujuan.
d.      Dalam adalah bagian yang tidak tampat dari luar.
e.       Bentuk adalah wujud yang ditampilkan (tampak).
f.       Cerpen adalah Cerita pendek.
Jadi mengembangkan cerita rakyat ke dalam bentuk cerpen artinya mengubah Cerita Rakyat menjadi sebuah Cerpen.

2.2     Bagaimana cara mengembangkan cerita rakyat ke dalam bentuk cerpen          
g.      Pengertian Mengembangkan
Mengembangkan merupakan kegiatan untuk membuat sesuatu menjadi lebih baik.

h.      Langkah-langkah mengembangkan cerita rakyat ke dalam bentuk cerpen
langkah-langkah mengembangkan cerita rakyat ke dalam bentuk cerpen adalah sebagai berikut :
1.         Analisis gagasan-gagasan pokok dalam teks suatu cerita rakyat (contoh : Hikayat Si Miskin).
2.         Susunlah gagasan-gagasan tersebut menjadi sebuah sinopsis cerita yang utuh.
3.         Ubahlah hikayat tersebut menjadi sebuah cerpen dengan memperhatikan langkah berikut!
a.       Analisislah nilai-nilai yang terdapat dalam hikayat.
b.      Tentukanlah tema dari sinopsis yang telah kamu buat.
c.       Buatlah poin-poin alur dari tema tersebut shingga menjadi kerangka cerpen.
d.      Kembangkanlah poin alur tersebut menjadi sebuah cerpen yang memiliki tokoh dan setting berbeda dengan teks asal dengan tetap memerhatikan alur dan nilai.

2.3     Tujuan dibuatnya cerpen
Tujuan dibuatnya cerpen antara lain:
a)      Fungsi rekreatif, yaitu memberikan rasa senang, gembira, serta menghibur para penikmat atau pembacanya.
b)      Fungsi didaktif, yaitu mengarahkan dan mendidik para penikmat atau pembacanya karena nilai-nilai kebenaran dan kebaikan yang terkandung didalamnya.
c)      Fungsi estetis, yaitu memberikan keindahan bagi para penikmat atau para pembacanya.
d)     Fungsi moralitas, yaitu fungsi yang mengandung nilai moral sehingga para penikmat atau pembacanya dapat mengetahui moral yang baik dan tidak baik bagi dirinaya.
e)    Fungsi relegiusitas, yaitu mengandung ajaran agama yang dapat dijadikan teladan bagi para penikmatnya atau pembacanya.

2.4      Manfaat Cerpen
            Manfaat membaca cerpen bisa menjadi katarsis (cermin diri) dan pelajaran batin bagi pembacanya. Bisa juga sebagai sarana pemberi rasa senang, gembira, serta menghibur para penikmat atau pembacanya. Cerpen juga bisa menjadi Guru yang mengajarkan tentang moral. Kita bisa mengetahui mana moral yang baik dan yang tidak baik bila membaca cerpen.
           
2.5     ContohCerpen

              HIKAYAT SI MISKIN
Karena sumpah Batara Indera, seorang raja keinderaan beserta permaisurinya dibuang dari keinderaan sehingga sengsara hidupnya. Oleh sebab itu ia dikenal sebagai si Miskin. Setiap hari mereka berkeliling mencari rezeki di Negeri Antah Berantah di bawah pimpinan Maharaja Indera Dewa. Ke manapun mereka pergi selalu diusir penduduk dengan disertai penganiayaan. Malam hari mereka tidur di hutan dan siang harinya mereka berkeliling mencari rezeki. Ketika isterinya mengandung tiga bulan, ia menginginkan buah mangga yang ada di taman raja. Tapi Si Miskin menolaknya sehingga si isteri semakin keras menangisnya. Kemudian si Miskin menerima permintaannya, tetapi Si Miskin hanya membelikan buah mangga dari pasar sehingga ditolak oleh isterinya. Pada akhirnya dengan rasa takut dan terpaksa ia menghadap raja dan memohon untuk diberikan buah mangga. Setelah ia mendapatkannya, ia segera pulang dan memberikan mangga itu kepeda istrinya. Setelah tiba saatnya, lahirlah anak laki-laki pertama mereka yang diberi nama Marakarmah (anak di dalam kesukaran) dan diasuhnya dengan penuh kasih sayang.

Pada suatu hari ketika sedang menggali tanah, si Miskin mendapat tajau yang penuh berisi emas yang tidak akan habis sampai ke anak cucunya. Dengan takdir Allah, di tempat itu berdirilah sebuah kerajaan komplit dengan perlengkapannya. Kemudian Si Miskin mengganti namanya menjadi Maharaja Indera Angkasa dan isterinya bernama Tuan Puteri Ratna Dewi. Dan negerinya diberi nama Puspa Sari. Tidak lama kemudian, lahirlah anak kedua mereka bernama Nila Kesuma.
Maharaja Indera Dewa menjadi iri hati atas kemasyhuran Negeri Puspa Sari dan kebaikan hati Raja Indera Angkasa. Ketika Maharaja Indera Angkasa mencari ahli nujum untuk meramalkan nasib putera-puterinya, Maharaja Indera Dewa memanfaatkan hal tersebut untuk menghancurkan Negeri Puspa Sari. Atas bujukan jahat Maharaja Indera Dewa, para ahli nujum mengatakan bahwa kelak Marakarmah dan Nila Kesuma akan mendatangkan celaka bagi orangtuanya. Maharaja Indera Angkasa percaya pada ramalan palsu tersebut dan dengan berat hati ia memerintahkan kedua puteranya pergi selama-lamanya. Sepeninggal putera-puterinya, Negeri Puspa Sari musnah terbakar dan Maharaja Indera Angkasa menjadi miskin kembali.

Sesampainya di tengah hutan, Marakarmah dan Nila Kesuma berlindung di bawah pohon beringin dan mereka menangkap seekor burung untuk dimakan. Ketika Marakarmah mencari api ke kempung, ia disangka seorang pencuri dan ia dipukuli orang banyak, kemudian dibuang ke laut.Sedangkan, Nila Kesuma ditemui oleh Raja Mengindera Sari, putera mahkota Palinggam Cahaya, yang pada akhirnya menjadi isteri putera mahkota itu dan bernama Mayang Mengurai.

Nasib Marakarmah dilautan, ia terus hanyut dan terdampar di pangkalan raksasa. Di sana ia bertemu dengan Cahaya Chairani (anak raja Cina) yang ditawan oleh raksasa. Mereka berdua mencoba melarikan diri dari pulau itu dengan menumpang sebuah kapal. Nahkoda kapal menginginkan cahaya Chairani sehingga ia mendorong Marakarmah kelaut, kemudian ia ditelan oleh ikan nun yang pada akhirnya terdampar di dekat rumah Nenek Kebayan. Atas petunjuk burung Rajawali, Nenek Kebayan mengeluarkan Marakarmah dari perut ikan nun itu. Kemudian Marakarmah dijadikan anak angkat Nenek Kebayan.

Setiap hari Marakarmah membantu Nenek Kebayan menjual bunga yang akhirnya membuat ia bertemu kembali dengan isterinya, Cahaya Chairani. Karena cerita dari Nenek Kebayan tentang Raja Mangindera Sari, tahulah Marakarmah bahwa puteri yang ditemulan Raja Mangindera Sari itu adalah adiknya sendiri, kemudian ia menemui adiknya itu. Lalu ia membunuh nahkoda kapal yang jahat itu. Selanjutnya Marakarmah mencari ayah bundanya, dan dengan kesaktiannya ia menciptakan kembali kerajaan Puspa Sari seperti dahulu kala. Kemudian ia mengalahkan Negeri Antah Berantah, yang kemudian dipimpin oleh raja Bujangga Indera (saudara Cahaya Chairani). Akhirnya, Marakarmah pergi ke negeri mertuanya Mercu Indera dan menggantikan mertuanya itu menjadi Sultan Mangindera Sari menjadi raja di Palinggam cahaya.

BAB III
P E N U T U P


3.1              KESIMPULAN
Mengembangkan cerita rakyat ke dalam bentuk cepren itu tidak sesusah yang dipikirkan.Banyak hal-hal yang harus diperhatikan untuk membuatnya,seperti :
a.        Mengubah alur cerita dari alur berbingkai menjadi alur tunggal
b.       Menggunakan bahasa Indonesia saat ini
c.        Menggunakan gaya bahasa yang sesuai
d.       Tetap mempertahankan nilai-nilai yang terdapat di dalam Cerita rakyat yang ingin diubah ke dalam bentuk cerpen

3.2              SARAN
Sebelum membuat cerpen, ketahuilah ciri-ciri cerpen terlebih dahulu. Agar anda lebih mudah membuat cerpen dan agar teman anda lebih nyaman membacanya.












DAFTAR PUSTAKA

http://rizkycerpen.blogspot.com/